
GORONTALO [Shertanews.com]-Dalam rangka memberikan pemahaman kepada para pasangan usia subur (PUS) dalam menggunakan KB, Puskesmas Mananggu menggelar Penyuluhan dan Pelayanan KB, Praktik P2GP dan Kesehatan Reproduksi Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak serta Kesehatan Penyandang Disabilitas, Senin (05/02/2024).
Kepala Puskesmas Mananggu Amelia Kadji, S.KM.,MM melalui penanggung jawab Program KB Sofya Alamri, A.Md.Keb menyampakaikan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga, agar membentuk keluarga yang terencana dan berkualitas.
“Jadi kita menyampaikan materinya dan juga mengenalkan beberapa jenis kontrasepsi yang telah diterapkan, diantaranya pil KB, KB suntik, implant, AKDR dan kondom”, Ucap Sofya
Lebih lanjut kata Sofya selaku PJ. Program KB, kegiatan penyuluhan ini akan terus dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Mananggu yang diawali dari Desa Kaaruyan dan Pontolo, yang terfokus pada pemahaman terkait kesehatan reproduksi yang berupa pemenuhan hak-hak reproduksinya, serta persoalan terkait pola gaya hidup bersih dan sehat dalam mempersiapkan kehamilan.
Terkait Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi hal tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi bagi masyarakat, mencakup layanan seperti pemeriksaan kesehatan reproduksi, pemberian kontrasepsi, deteksi dini penyakit reproduksi, dan penanganan masalah kesuburan.
Selain itu, pada kegiatan tersebut pembahasan tentang penurunan angka kematian ibu (AKI) juga termasuk dalam tujuan keluarga berencana, sebab perencanaan kehamilan sebagai ruang lingkup keluarga berencana juga penting untuk mencegah terjadinya stunting.
Diketahui kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pemerintah desa, Kader Posyandu, Dasawisma dan Sub PPKBD.
